Partisipasi dan peran aktif masyarakat Kabupaten
Magelang, dan juga apresiasi atas dukungan dan bantuan Pusdiklat BNPB RI yang
telah menyelenggarakan simulasi bencana di Kabupaten Magelang, dalam rangka
membantu tugas-tugas Pemerintah Kabupaten Magelang, khususnya dalam menangani
ancaman bencana alam baik letusan gunung api, banjir lahar hujan, tanah longsor
serta bencana lain yang terjadi di wilayah Kabupaten Magelang selama ini.
Sebagaimana kita ketahui bahwa penanggulangan bencana
selalu melibatkan semua pemangku kepentingan baik dari Pemerintah pusat, POLRI,
TNI , Organisasi Masyarakat, LSM, Partai Politik, relawan dan komponen bangsa
yang lain. Untuk itu maka kita perlu
terus meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi
agar pelayanan kepada masyarakat yang terkena bencana bisa lebih
optimal.
Perlu kami sampaikan bahwa secara umum kondisi geografis
wilayah Kabupaten Magelang dikelilingi oleh gunung, dengan kontur tanah miring
atau ber-undak, sehingga hampir seluruh wilayahnya berada di dalam cekungan.Dengan kondisi alam yang seperti itu, wilayah Kabupaten
Magelang tergolong daerah rawan bencana, baik bencana yang murni disebabkan
oleh alam, maupun bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia. Potensi bencana
Geologi seperti letusan Gunung berapi,
banjir lahar hujan, tanah longsor, angin puting beliung, Gempa Bumi perlu
menjadi perhatian. Gempa Bumi merupakan bencana yang bersifat masif,
kejadiannya tidak terdeteksi, dampak yang ditimbulkan sangat besar. Kerusakan akibat gempa bumi seperti bangunan
gedung, tempat ibadah, sekolah dan sarana lainnya dapat mengalami kerusakan
yang parah. Selain itu, akibat kerusakan bangunan tersebut dapat
menimbulkan korban jiwa manusia dan kerugian harta benda. Menengok pelajaran Gempa beberapa waktu yang lalu yang
terjadi pada saudara-saudara kita di Pulau Lombok (NTB) makin menambah deret
gempa besar yang mengguncang Lombok dan sekitarnya sejak Agustus serta akhir
bulan lalu. Sebelumnya, Lombok diguncang gempa 6,4 Skala Richter pada 29 Juli
2018 dan gempa 7 Skala Richter pada 5 Agustus 2018.Dari gempa akhir Juli sampai 19 Agustus 2018, korban
meninggal hingga mencapai ratusan korban jiwa orang. Kerusakan parah terjadi di
mana-mana, khususnya di Lombok Utara.Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kita
melaksanakan Simulasi Penanggulangan
Bencana sebagai upaya kesiapsiagaan guna pengurangan risiko bencana.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.