Ir. Wijayanthi, M.si : Kepala Distanbunhut Kabupaten Magelang
Wacana kenaikan harga rokok masih hangat diperbincangkan berbagai kalangan. Tidak terkecuali bagi petani tembakau di Kabupaten Magelang. Meskipun kenaikan harga rokok baru berupa wacana. Namun hal tersebut cukup membuat para konsumen rokok risau.
Menurut mereka, kenaikan harga rokok bisa menjadi angin segar bagi perekonomiannya. Sebab, kenaikan harga rokok bisa menjadi peluang besar untuk menaikkan harga tembakau sebagai bahan dasar rokok. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Magelang, Ir. Wijayanti, Msi. menyambut baik wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus. Dengan naiknya harga rokok, diharapkan bisa diikuti dengan kenaikan harga tembakau.
"Tapi jika tidak ada kenaikan dengan harga tembakau, yah, bagaimana. Tidak berpengaruh kepada apapun, dan perlu diingat bahwa apabila harga tembakau tinggi, bisa menyejahterakan petani tembakau diKabupaten Magelang, jangan harga rokok naik, harga tanaman tembakau malah anjlok "tambah Wijayanthi.(25/8).
Tetapi yang menjadi satu kendala dimasyarakat bahwa nantinya jika harga rokok betul-betul diterapkan oleh pemerintah pusat, tentuĀ imbas penjualan rokok akan mengalami penurunan dan daya beli masyarakat turun. Pihaknya mengatakan bahwa dengan kebijakan kenaikan dan penurunan harga rokok tentu ada positif dan negatifnya bagi masyarakat.
āJika betul-betul Rokok sampai Rp. 50.000,- tapi siapa yang mau membeli?ā Ujarnya.
Dia mengatakan, bahwa luasan tanaman tembakau musimĀ sekarang mengalami penurunan menjadi sekitarĀ 4.000-5.000 Ha, jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sekitar 7.000 Ha tanaman tembakau.
Wijayanthi jugaĀ menambahkan, saat ini petani tembakau di Kabupaten MagelangĀ mengeluh karena harga tembakau turun, disinggung mengenai harga tembakau saat ini, pihaknya hanya mengikuti kebijakan pemerintah pusat.
Kualitas Tembakau
Sementara menyinggung musim panen tembakau tahun ini, mutu kualitas mengalami penurunan kualitas, dikarenakan musim tanam tahun ini mengalami musim hujan yang berkepanjangan, disamping pengaruh musim āEl Ninoā.
Disampaikan juga oleh Wijayanthi bahwa saat ini para petani tembakau selalu menghadapi persoalan ketidakpastian. Baik ketidakpastian harga jual setelah panen hingga ketidakpastian cuaca seperti sekarang.
"Meski saat ini cuaca masuk musim kemarau, namun hujan masih turun. Pada kondisi kemarau basah seperti saat ini, yang jelas tidak menguntungkan para petani tembakau di sini, Tentu saja sangat tak sebanding dengan biaya serta tenaga yang sudah dilakukan selama ini, Petani di sini juga heran kenapa harga jual tembakau bisa turun, padahal sekarang sedang ramai-ramainya membicarakan rencana kenaikan harga rokok " Tandasnya.
Padahal untuk BEP (Break Event Point), untuk menanam tembakau per Hektarnya sekitar 30-35 Juta/Ha., dengan Hasil tembakau kering rajangan sekitar 600 kg. Sementara harga Tembakau Type B berkisar Rp 20.000,- sampai Rp. 30.000,- kemudian Grade C berkisar antara Rp. 45.000,- sampai dengan Rp. 55.000,- kemudian Harga yang grade D sekitar Rp. 70.000,-an.
Kepala Humas dan protokol Setda Kabupaten Magelang, Edi wasono, SH saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kebijakan dari pusat.
āMasih menunggu kebijakan dari pusat, dan mestinya harus mengetahui gejolak petani dimasyarakat, yang jelas dan perlu ditingkatkan adalah kesejahteraan dari petani tembakau harus ditingkatkan,ā Ujar Edi Wasono, SH. ***) Widodo Anwari/Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang