Hoaks
adalah pesan palsu yang berusaha untuk menipu atau membohongi masyarakat yang
melihat pesan atau pemberitaan tersebut. Dalam Kamus Bahasa Indonesia ( KBBI ),
hoax diterjemahkan menjadi hoaks yang diartikan dengan “berita bohong”. Menurut
Werme (2016), hoaks adalah berita palsu yang mengandung informasi yang sengaja
menyesatkan orang dan memiliki agenda politik tertentu. Hoaks bukan sekedar
misleading yang berarti menyesatkan, informasi dalam fake news juga
tidak memiliki landasan faktual, namun disajikan seolah-olah sebagai
serangkaian fakta. Maka dapat disimpulkan bahwa hoaks adalah berita palsu yang
sengaja dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab dan memiliki maksud serta
tujuan tertentu, serta berusaha untuk mengelabuhi pembaca terhadap berita palsu
atau berita hoaks yang disebarkan tersebut.
Masyarakat
dalam menjalankan kehidupannya selalu membutuhkan informasi yang menurutnya
penting bagi dirinya serta kelagsungan hidupnya dan dengan selalu mencari
informasi maka masyarakat dapat dikatakan sebagai masyarakat yang informatif
atau masyarakat yang tahu akan informasi terbaru atau informasi update. Namun
sayangnya informasi atau berita yang tersebar diberbagai media terutama media
sosial saat ini tidak bisa langsung diterima begitu saja oleh masyarakat,
karena pemberitaan yang tersebar dengan luas tersebut belum tentu berita benar
dan bisa saja berita tersebut merupakan berita hoaks atau berita palsu.
Masyarakat saat ini dituntut untuk menjadi masyarakat cerdas, masyarakat yang
dapat memililah berita atau masyarakat yang dapat membedakan mana berita benar
atau berita yang sesuai fakta dilapangan dan mana berita palsu atau berita
hoaks. Dalam proses pemilihan berita diharapkan masyarakat dapat berulang kali
membaca berita tersebut dan memahami pemberitaan tersebut dengan baik, dan
tidak serta merta langsung menerima informasi ataupun berita begitu saja tanpa
proses pertimbangan terlebih dahulu.

Di
era digital saat ini berita atau informasi dapat dengan mudah dan cepat tersebar
ke masyarakat luas dan tidak terkecuali berita hoaks yang juga tersebar dengan
cepat ke masyarakat. Pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut menyebarkan
berita hoaks atau berita palsu tidak hanya disatu platform media saja, namun mereka
menggunakan beberapa platform media dengan maksud agar masyarakat dengan mudah
percaya terhadap pemberitaan tersebut. Dengan begitu maka masyarakat akan
dibingungkan dalam membedakan antara berita benar dan berita hoaks. Sulitnya
proses membedakan berita benar dan berita hoaks oleh masyarakat dikarenakaan
berita hoaks tersebut disebarkan tidak hanya satu platform media saja, maka
akan memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat yang terpengaruh atau
termakan berita hoaks tersebut.
Berita
hoaks sangat memberikan pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat, salah satunya
adalah dengan adanya berita hoaks masyarakat jadi bingung untuk memilih
informasi mana yang dapat diterima dan dengan kebingungan tersebut berujung
dengan timbulnya rasa malas dalam diri masyarakat untuk mencari dan mengupdate
informasi, karena takut akan mendapatkan informasi atau berita hoaks yang dapat
menjerumuskan mereka. Pengaruh lain yang muncul dalam diri masyarakat dengan
adanya berita hoaks yaitu masyarakat menjadi tidak percaya akan fakta yang
terjadi atau masyarakat menjadi tidak percaya bahwa pemberitaan yang sedang
diberikan adalah benar adanya dan mereka menganggap berita tersebut berita
hoaks. Berita hoaks juga dapat berpengaruh besar dalam kehidupan sosial baik
ketika sedang menjalin pertemanan, persahabatan ataupun memperluas relasi dan
kerja sama antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya, dimana berita
hoaks tersebut dapat menimbulkan perpecahan individu atau antar kelompok.
Hal ini terjadi karena kesalahan informasi yang didapat dan tidak mencari
sumber informasi yang lebih kredibel. Perpecahan ini bisa ditimbulkan karena
seseorang membenarkan informasi yang salah namun orang lain tidak percaya akan
kebenaran tersebut karena ia memiliki bias informasi. Selain
itu perpecahan juga dapat terjadi karena suatu kelompok yang dijadikan sebagai
objek dalam berita hoaks. Hal ini dapat terjadi keributan karena suatu kelompok
tersebut merasa dirugikan karena berita hoaks. Mereka yang tidak terima akan
mencari seseorang yang menulis berita dan tentunya akan protes sehingga
berpotensi terjadinya perpecahan.
Pengaruh
lain yang terjadi pada masyarakat ketika termakan berita hoaks yaitu kesehatan
mental masyarakat akan terganggu. Dimana masyarakat yang termakan berita hoaks
akan memiliki tingkat kecemasan yang jauh lebih tinggi setelah melihat atau
mendengar berita hoaks tersebut terutama berita hoaks yang menyangkut
kelangsungan hidupnya dan dengan kecemasan tersebut mereka merasa takut untuk
melakukan aktivitas terutama aktivitas yang dilakukan diluar rumah. Rasa cemas
dan takut tersebut akan memberikan pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat
yang termakan berita hoaks tersebut, dimana masyarakat akan mengurangi bahkan
menghilangkan aktivitasnya diluar rumah dan yang mana tidak dapat dipungkiri bahwa
aktivitas yang mereka hindari atau hilangkan tersebut sebenarnya merupakan
aktivitas yang penting untuk dilakukan dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan
mengurangi aktivitas tersebut maka rasa stress yang timbul dalam diri
masyarakat yang termakan hoaks akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan
masyarakat yang tidak termakan berita hoaks.***)Lia Nuraini Mahasiswa Magang Universitas Tidar Magelang