Pada hari Minggu tanggal 27
Januari 2019 yang lalu, di Gelora Bung Karno Jakarta telah diadakan acara
Peringatan Harlah Muslimat NU ke-73 di mana dalam acara tersebut juga
dideklarasikan mengenai Muslimat NU Anti hoaks, fitnah, ghibah dan ujaran
kebencian.
Deklarasi ini didengungkan karena
kita semua prihatin bahwa sejak semakin merebaknya penggunaan media informasi
yang semakin canggih telah menimbulkan berbagai dampak negatif yang cukup
memprihatinkan. Berbagai isu negatif, hoaks, fitnah dan ujaran kebencian
semakin tidak terkendali lebih-lebih menjelang Pemilu Serentak pada bulan April
2019 besuk.
Dalam
acara yang dihadiri oleh ratusan ribu anggota Muslimat NU tersebut, Presiden
Jokowi juga telah berpesan kepada anggota Muslimat NU diseluruh Indonesia
termasuk kita di sini untuk menggaungkan bahwa Islam adalah agama yang moderat,
cinta damai dan toleran. Islam juga jauh dari faham radikalisme dan terorisme
yang selalu berujung pada keresahan masyarakat.
Oleh karena itu,
pada kesempatan yang baik ini saya berpesan kepada seluruh anggota Muslimat NU
untuk jangan mudah percaya pada setiap berita-berita yang diterima baik
menjelang maupun setelah Pemilu 2019 ini.
Jangan mudah
terhasut dengan berbagai isu negatif yang saat ini menyebar dengan begitu
cepat, baik isu-isu yang melalui media cetak, media elektronik maupun media
sosial, demi keamanan, kenyamanan dan ketentraman kehidupan kita dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Lakukan tabayyun (cross check) terlebih dahulu atas informasi maupun isu-isu negatif
yang kita terima sehingga kita tidak menjadi manusia yang mudah termakan isu,
gumunan dan kagetan serta tidak mudah terpecah belah.
Selanjutnya
sebagai seorang wanita muslimah, mari kita jaga keluarga kita, anak-anak kita,
sedulur-sedulur kita dari berbagai pengaruh dan budaya yang kurang baik.
Tanamkan kepada anak-anak kita nilai-nilai budi pekerti luhur, etika sopan
santun dan akhlaqul karimah agar setelah menjadi dewasa nanti, mereka bisa
menjadi insan yang dapat membahagiakan kita sebagai orang tua, menyejukkan
hati, perekat masyarakat dan pemersatu bangsa. ***) Widodo Anwari, S.Sos