Rasa syukur kepada Illahi Robbi ini semestinya juga kita panjatkan karena kita menyadari sepenuhnya bahwa perjalanan panjang memenuhi panggilan Allah, dalam rangka melaksanakan Rukun Islam yang kelima, berupa Ibadah Haji, sebagaimana yang sudah Bapak dan Ibu jalani, merupakan satu perjalanan ibadah yang panjang, membutuhkan kesabaran tinggi, serta pengorbanan harta dan tenaga.
Rangkaian Ibadah Haji berupa Tawaf, Sai, Wukuf di Arafah, Mabit di Musdzalifah dan melempar jumrah di Mina, benar-benar membutuhkan perjuangan yang membutuhkan fisik maupun psikis prima dalam dalam pelaksanaannya.
Meskipun demikian, pengorbanan yang besar ini akan tergantikan dengan perasaan bahagia saat menjalaninya dalam rangka mengharapkan predikat yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala, berupa Haji Mabrur.
mendukung dan berpartisipasi guna kelancaran penyelenggaraan ibadah Haji Kabupaten Magelang, ter-iring doa semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan balasan pahala yang berlipat ganda kepada Sudara sekalian, sekaligus mencatat sebagai sebuah amal kebaikan.
Dan yang tidak kalah penting, sebelum kami mengakhiri sambutan ini, kami menyampaikan pesan khusus kepada para Jamaah Haji Kabupaten Magelang agar ke depan selalu menjaga, memelihara, dan melestarikan ke-mabrur-an hajinya dalam segala aspek kehidupan dan mampu meningkatkan kesalehan sosial sebagai nilai-nilai utama dari sebuah kemabruran Haji.
Saya juga berpesan kepada para jamaah
Haji yang baru agar masing-masing Haji
bisa bergabung menjadi anggota IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia).***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.