Public Relation (Humas) menurut Kriyantono (2015:2) yaitu suatu cara dalam membangun relasi, kepercayaan, dan kerja sama antara satu individu dengan yang lainnya serta organisasi dengan publiknya melalui stretegi yang dialogis dan partisipatif. Menurut Dozier & Broom (1995) dalam buku Ruslan (2016:20) peran dan ruang lingkup humas (Public Relations) di dalam organisasi mempunyai empat kategori, yaitu penasehat ahli (expert prescriber) ketika seorang praktisi pakar humas yang sudah berpengalaman dan mempunyai kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam menyelesaikan masalah dengan publik, fasilitator komunikasi (communication fasilitator) hal ini peran dari humas sebagai komunikator atau mediator dalam membantu pihak manajemen untuk mendengarjan apa yang diiginkan dann diharapkan oleh publik, fasilitator pemecahan masalah (problem solving process fasilitator) bahwa peran praktisi humas dalam menyelesaikan persoalan humas merupakan salah satu bagian dari tim manajemen.

Sejak pandemi covid-19 terjadi di
seluruh dunia, salah satunya negara Indonesia dan sudah terjadi hampir dua
tahun terakhir yang menimbulkan dampak melumpuhkan berbagai faktor kehidupan
masyarakat. Hal tersebut juga dialami oleh setiap pekerjaan, terutama humas
yang harus menghadapi tantangan selama pandemi covid-19. Tidak hanya menghadapi
tantangan pandemi covid-19 saja tetapi juga menghadapi tantangan era disrupsi
yang mengakibatkan semakin berkembang teknologi media digital. Public Relations mempunyai peran penting
sebagai jembatan dalam berkomunikasi antara instansi dengan masyarakat publik.
Dalam kehumasan inilah berbagai macam informasi komprehensif dapat disampaikan
kepada khalayak publik, kegiatan yang perlu dilakukan efektif serta efisien di
tengah masa pandemi covid-19, dan memberikan kontibusi dalam meningkatkan
kualitas kehumasan yang adaptif untuk mengikuti perkembangan teknologi yang
ada.
Dirjen IKP Kemenkominfo RI Usman
Kansong mengatakan di masa pandemi covid-19 ini perlu mengubah gaya hidup
masyarakat agar setiap humas juga dapat mengubah tata cara menyebarkan
informasi positif sehingga informasi tersebut akan sampai ke khalayak sesuai
dengan keinginan. Dalam mengembangkan jaringan ke setiap lembaga, organisasi,
dan yang lainnya juga perlu dilakukan oleh humas. Hal tersebut dilakukan agar
sumber informasi didapatkan dengan mudah tanpa kesulitan mencari, memilih dan
menyebarkan berita positif. Di era digital yang serba cepat ini, kecanggihan
teknologi semakin berkembang dan akan berubah setiap hitungan detik, humas
harus siap dengan perubahan apapun yang terjadi seperti kovergensi media dari
konvensional ke digital, update berita, sampai dengan informasi terkini
sehingga tidak ketinggalan teknologi dan informasi.
Public
Relations (Humas) tidak hanya harus tahu tentang informasi tetapi juga
mempunyai peran dalam mencegah informasi hoax dan komentar negatif, karena
hampir setiap hari dan sepanjang waktu kehidupan yang dijalani berhubungan
dengan internet, terhubung dan berbagi informasi dengan yang lain. Media sosial
juga berkembang dengan sangat cepat seperti instagram, facebook, twitter, dan
yang sedang ramai digunakan oleh setiap orang yaitu tik tok, maka dengan itu
humas perlu mengikuti perkembangan zaman era digital sehingga informasi yang
didapatkan dan disampaikan bisa diberikan ke berbagai macam media sosial
kekinian.**) Aditya
Nur Faisani Mahasiswa Magang Universitas Tidar Magelang.