Kembali

Keren ! Asosiasi Jamur Magelang Raya berhasil mengembangkan bibit jamur sendiri.

Nur Yudi wakl ketua asosiasi Jamur Tiram Magelang Raya menjelaskan, setelah satu tahun berdiri,  Asosiasi Jamur Magelang Raya telah berhasil  mengembangkan bibit jamur sendiri. Salah satunya, berhasil mengembangkan bibit jamur tiram coklat dengan cara kultur jaringan.

“Hal ini penting karena Permintaan akan jamur tiram di Kabupaten Magelang sangat tinggi, bahkan mencapai sekitar 5 ton setiap minggunya. Namun baru sekitar 50 kilogram yang bisa dihasilkan oleh petani jamur di Kabupaten Magelang per harinya, sehingga dengan mengembangkan bibit jamur sendiri bisa mempercepat produksi jamur di Kabupaten Magelang dan sekitarnya.” Ujarnya.


Disinggung kendala  yang dihadapi oleh petani Jamur mengatakan bahwa kendala utama adalah Cuaca sangat berpengaruh terhadap kurang menentunya pasokan produksi jamur. Bila terlalu panas dan terlalu basah maka produksi nya tidak maksimal. Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua Asosiasi Jamur Magelang Raya, Nur Yudi, (14/11/2021).

 “Jika suhu terlalu lembab maka  jamur akan basah dan tidak bisa  tahan lama. Sebaliknya , jika suhu terlalu panas maka, jamur akan kering dan berwarna kekuningan.Selain jamur tiram coklat, yang ditanam para petani yakni jamur tiram putih dan jamur kuping. Namun, penjualan jamur kuping yang harus kering, kendalanya di saat musim penghujan seperti saat ini,” ujarnya.


Hal tersebut juga dikatakan oleh Zaki Ramadan salah satu anggota jamur tiram Magelang raya, yang mengatakan bahwa factor cuaca sangat berpengaruh kepada keberhasilan petani jamur.

Sementara itu, Kepala Seksi Kelembagaan dan Promosi, Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Magelang, Ir. Budi Setiyo, MM,  mengatakan,  saat ini  kebutuhan jamur di wilayah Magelang mencapai 50 kilogram per hari. Dan,  produksi dari petani jamur yang ada di wilayah Kabupaten Magelang belum bisa mencukupi.


“Kebutuhan jamur di Magelang dalam seminggunya mencapai lebih dari 5  ton per minggu, sedangkan produksi dari petani hanya 50 kilogram per harinya, meskipun produksi jamur tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan, namun beberapa investor dari luar daerah juga tertarik  bekerjasama dengan para petani jamur dari Asosiasi Jamur Magelang Raya, Kami akan terus mendorong para petani untuk mengembangan jamur lokal Magelang yang nantinya bisa dijadikan produk unggulan dari Kabupaten Magelang,”katanya. ***) Widodo Anwari.