Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (2005–2024) menetapkan bahwa pembangunan kesehatan menuju ke arah pengembangan upaya kesehatan, dari upaya kesehatan yang bersifat Kuratif bergerak ke arah upaya kesehatan Preventif dan Promotif, sesuai kebutuhan dan tantangan kesehatan.
Tantangan kesehatan saat ini, bahwa Indonesia menghadapi
masalah kesehatan triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi,
meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang
seharusnya sudah teratasi. Penyakit Tuberkulosis(TBC) adalah penyakit infeksi
menular yang disebabkan oleh
Mycobacterium Tuberculosis. Di Kabupaten Magelang persoalan penanggulangan penyakit TBC masih
terkendala diantaranya masih rendahnya cakupan penemuan penderita
baru TB BTA (+), kondisi lingkungan perumahan, asupan gizi dan pengobatan
penderita TBC yang tidak tuntas.Stunting (kekerdilan) merupakan gangguan pertumbuhan linier pada
bayi dan balita yang disebabkan adanya malnutrisi asupan zat gizi kronis
sehingga tinggi badan tumbuh tidak seiring dengan pertambahan umur. Dampak yang
lebih jauh dapat menyebabkan gangguan Intelegence Quation (IQ), Perkembangan
psikomotor, kemampuan motorik dan integrasi neurosensory. Anak yang menderita kurang gizi (stunting) berat mempunyai rata rata IQ 11 point lebih rendah
dibandingkan dengan anak yang tidak stunting (UNICEF, 1998).Kasus Stunting di
Kabupaten Magelang menduduki posisi tertinggi kedua Se-Jawa Tengah (Pemantauan Status Gizi 2017). Rendahnya penemuan
dan penanganan kasus TBC dan tingginya kasus Stunting dapat menimbulkan
masalah kesehatan yang sangat kompleks, masalah yang dimaksud bukan hanya dari
segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan
ketahanan nasional.Selain penyakit menular
dan kekurangan gizi kronik di atas Menurut Global Burden of Disease 2010
dan Health Sector Review 2014,
kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular (Stroke, jantung, Diabetes dll), Stroke menduduki peringkat pertama.
Dengan demikian, trend ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup di masyarakat. Tentunya, hal ini menjadi ancaman bagi produktifitas masyarakat dan bangsa kita. Usia produktif yang besar dan seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan akan terancam apabila derajat kesehatannya terganggu oleh penyakit tidak menular dan perilaku hidup yang tidak sehat. Dalam mengatasi hal ini, diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yang sangat efektif untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan. Karena pada dasarnya, pencegahan penyakit menular maupun tidak menular sangat tergantung pada perilaku individu. Yang didukung dengan kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan, menciptakan sumber daya kesehatan yang berkualitas serta dukungan regulasi.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.