Indonesia adalah sebuah negeri yang terkenal karena kekayaan ragam seni dan budayanya yang bernilai adiluhung, tak hanya tari-tarian, rumah dan kain tradisional, ragam kuliner, bangunan candi dan prasasti, namun Indonesia juga memiliki kesenian Wayang Kulit yang sudah tumbuh dan berkembang selama lebih dari lima abad.
Wayang kulit yang sudah tersohor ke Negara lain kini justru mulai ditinggalkan oleh masyarakat terutama oleh generasi muda, karena tergantikan oleh kesenian lain yang dinilai lebih modern ataupun tergantikan oleh sarana hiburan seperti televisi dan gadget yang dianggap lebih bisa diterima dan dicerna.
Padahal,
sejatinya pertunjukan Wayang Kulit sarat dengan makna dan pendidikan budi
pekerti yang sangat berguna untuk kehidupan manusia itu sendiri. Mengusung 2
versi cerita, yaitu Ramayanan dan Mahabharata, sesungguhnya Pagelaran Wayang
Kulit merupakan “saloka” yaitu
penggambaran kehidupan manusia dengan segala permasalahannya dari lahir hingga
meninggal, bagaimana manusia berperang melawan hawa nafsu dan angkara murka,
antara kebaikan dan keburukan, antara dharma dan adharma.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.