
Keripik singkong memang sudah menjadi icon cemilan Kabupaten Magelang. Rasanya yang khas terbuat dari singkong ini, cukup membuat lidah ketagihan. Apalagi kalau sudah di campur oleh bumbu-bumbu yang kaya akan cita rasa, membuat lidah tak ingin berhenti bergoyang.
Sunaryo (35), pengusaha keripik singkong di Desa Bigaran, Rt 06/RW01, Kecamatan Borobudur , Kabupaten Magelang, mengatakan, mulai membuka usaha pada tahun 2010, pelan-pelan usaha terus meningkat, hingga kini kewalahan untuk memenuhi pesanan konsumen yang semakin banyak., bahkan sampai Yogyakarta daerah pemasarannya
“Kami mulai bisnis keripik singkong tahun 2010, pelan-pelan mas dari bawah, kami sangat bersyukur karena pelanggan terus meningkat hingga sekarang kami kewalahan memenuhi pesanan konsumen,” ungkapnya, saat ditemuinya.
Tidak hanya kripik singkong saja yang ia salurkan, melainkan ada beberapa keripik yang kembangkan lagi seperti, keripik Talas, pisang dan krupuk.
“Keripik singkong selama ini belum ada kendala lancar-lancar saja mas, mencari bahannya gampang dan pasti ada, yang menjadi kendala seperti keripik pisang dan talas, bahannya kadang sulit mas, seperti sekarang ini pisang dan talas belum ada,” tambahnya.
Akhir-akhir ini ada sedikit kenaikan harga untuk keripik singkong, karena harga plastik dan minyak mulai naik, “Harganya naik khusus kripik singkong saja, yang dulunya hanya Rp. 3.500 menjadi 4.000. untuk kripik singkong plastiknya memang beda, lebih tebal mas, tapi Alhamdulillah tidak menurunkan pesanan konsumen,” tutupnya.**)Widodo Anwari