Bupati Magelang Pimpin Langsung Upacara Hari
Kesaktian Pancasila
Kota
Mungkid, 2 Oktober 2017, Pada Satu Oktober,
rakyat Indonesia yang ingat akan merayakan hari kesaktian Pancasila. Hari ini
dikukuhkan sebagai pengingat bahwa meski ada upaya pemberontakan, penggantian
idiologi negara, tapi Indonesia masih tetap kukuh sebagai bangsa yang satu dan
berdaulat. Satu Oktober bagi banyak orang juga hari di mana keganasan Partai
Komunis Indonesia melalui usaha coup bisa diakhiri.
Untuk
mengingat semua itu Pemerintah Kabupaten Magelang melaksanakan Upacara
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Yang digelar di halaman Setda Kabupaten
Magelang, Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP menjadi inspektur upacara ini,
sedang Komandan Upacara Kapten Adi Sanyoto, Komandan Rayon Militer (Danramil)
Salaman.
Upacara
dimulai pukul 07.40 WIB, Senin (2/10). Pukul 07.59 WIB, Bupati Magelang Zaenal
Arifin, SIP memasuki lapangan upacara.
Dengan mengenakan setelan jas
warna hitam dengan dasi warna merah. Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya
dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Bupati Magelang.
Sementara
itu, Pembaca naskah pembukaan UUD 1945dilakukan
oleh Didik Kristia Sofian, S.Kom, M.Sc. Kepala Bidang Tata Ruang dan
Pengembangan Wilayah dan Infrastuktur pada Bappeda dan Litbangda dan Pembaca Ikrar oleh Yoga Agung Wardani,
S.T, M.Eng Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik pada Diskominfo.
Selain
PNS dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang, peserta upacara juga
diikuti oleh siswa/wi , gerakan pramuka, hansip, TNI dan Polri.
Meskipun
acara berlangsung singkat dan sederhana, upacara berlangsung khidmat dan
tertib, terlebih pada saat mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Bupati
Magelang Zaenal Arifin, S.IP selaku inspektur upacara.
“Sudah
menjadi kewajiban kita melaksanakan momentum ini agar kita semua dapat memaknai
kesaktian pancasila,” ungkap Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP..
Seperti
diketahui bahwa ditetapkannya hari
Kesaktian Pancasila setelah adanya upaya pemberontakan agar ideologi diubah
menjadi komunis ditandai dengan gerakan radikal G30S/PKI
Sekedar
mengingat kembali Foundhing Fathers telah memnentukan Pancasila adalah dasar
Negara falsafah berbangsa dan bernegara dalam sidang PPKI tanggal 20 tahun 1945
yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945.
Namun
patut dipahami bahwa sebagai abdi negara telah menjadi kewajiban untuk terus
menjadi garda terdepan menjaga keutuhan Pancasila. “Patut kita pahami bahwa
perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara pasca reformasi terbilang bebas,
namun kita sebagai generasi bangsa mesti tetap menjaga keutuhan NKRI dengan
dasar Pancasila tetap terjaga,”tandasnya.**) Widodo Anwari