Seiring dengan
perkembangan zaman yang diikuti oleh kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi, berbagai budaya negatif dengan mudah bisa menembus
komunitas masyarakat kita, tidak terkecuali di lingkungan pesantren, sehingga
peran pondok pesantren begitu besar dan signifikan dalam membentengi masyarakat
kita dari pengaruh budaya-budaya negatif yang tidak sesuai dengan syariat agama
Islam.
Dan sejalan dengan hal
tersebut, akselerasi atau percepatan modernitas
yang begitu pesat telah menuntut
pesantren untuk selalu tanggap
secara cepat sehingga eksistensinya tetap relevan dan signifikan di setiap perubahan dan perkembangan zaman.
Pondok Pesantren senantiasa dituntut untuk bisa
memformulasikan dirinya menjadi lembaga yang mampu menjawab tuntutan zaman tanpa
kehilangan jati diri dan nilai-nilai keagamaan.
Begitu
pula dengan keberadaan Pondok Pesantren
Islam Al-Iman Muntilan, di mana saat ini telah mempunyai arti dan peran yang
sangat penting dan strategis dalam rangka membentengi umat dari pengaruh budaya
negatif yang datang setiap saat di tengah-tengah masyarakat kita.
Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi
yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab terwujudnya masyarakat adil dan
makmur yang diridhoi “ALLOH SWT”.
Bila
satu generasi diukur setiap 25 tahun, berarti Yayasan
Al Iman sekarang ini sudah diujung generasi ketiga, dan memasuki generasi keempat usia 77th,
begitu juga dengan Pondok Pesantren yang berusia 32 Tahun, berarti baru
generasi pertama. Tiap generasi memiliki tantangan dan peluang nya
masing-masing, karakter zaman berbeda dan berubah.
Untuk itu, kami menaruh harapan besar kepada Pondok Pesantren Islam Al-Iman Muntilan agar tetap konsisten dan istiqomah dalam mencerahkan umat dan mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Kabupaten Magelang, sehingga Misi Pembangunan Daerah Kabupaten Magelang yaitu Mewujudkan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kehidupan Beragama, benar-benar dapat segera kita wujudkan bersama.
***) Widodo Anwari, S.Sos